MIKROTIK SEBAGAI GATEWAY
1. Buka Winbox koneksikan dengan perangkat router

Sekarang kita coba membuat DHCP server dengan mikrotik menggunakan winbox, tujuannya adalah memberikan otomatis IP address pada PC client kita. Jadi kita ngga perlu pusing pembagian IP pada masing-masing PC.
Masuk winbox ke menu IP > DHCP Server > tab DHCP Klik DHCP Setup (kita pakai feature wizard Setting MikroTik Sebagai DHCP Server di Winbox)
Di sini kita akan menjadikan MikroTik sebagai DHCP Client, contoh kasus jika ISP/provider internet anda memberikan IP address dynamic (berubah-ubah) atau jika anda menggunakan ISP Telkom Speedy, mikrotik akan menerima IP otomatis dari modem speedy atau menggunakan ISP FastNet agar menerima IP Public dari modem FastNet agar mikrotik dapat terkoneksi dengan internet.
Di Winbox masuk menu IP > DHCP Client.
Di sini kita akan menjadikan MikroTik sebagai DHCP Client, contoh kasus jika ISP/provider internet anda memberikan IP address dynamic (berubah-ubah) atau jika anda menggunakan ISP Telkom Speedy, mikrotik akan menerima IP otomatis dari modem speedy atau menggunakan ISP FastNet agar menerima IP Public dari modem FastNet agar mikrotik dapat terkoneksi dengan internet.
Di Winbox masuk menu IP > DHCP Client.
1. Buka Winbox koneksikan dengan perangkat router

2. Pada RouterOS pilih menu IP -> Address
Tambahkan alamat IP dengan cara mengklik tombol Plus(+) berwarna biru, selanjutnya masukkan alamat IP. Misal diberikan alamat IP 172.10.70.19/24, seperti pada gambar.

Klik Apply kemudian OK.
3. Setting DNS pada menu IP->DNS
Pada setting DNS ini berbeda dengan mengisi Ip Address, karena kita akan mengisikan alamat pada bagian server. Misal pada server beralamat 172.10.70.1.
Jangan lupa centang Allow Remote Requests, agar klien dapat terakses dengan alamat DNS dari Router kita.
Klik Aplly kemudian OK.
4. Selanjutnya konfigurasi Gateway, pilih menu IP->Routes
Tambahkan router baru dengan menekan tombol Plus(+) yang berwarna biru.
Untuk setting ini pada address biarkan kosong, cukup mengisikan pada kolom Gateway saja, seperti pada gambar.

Klik Apply kemudian OK.
Cek Ping ke Gateway
Untuk memastikan apakah setting yang kita buat tadi dapat terkoneksi atau tidak maka kita akan melakukan pengecekan. Dengan cara melakukan ping pada Google. Sebelumnya koneksikan terlebih dahulu Router agar dapat terhubung ke internet. Ketikan ping google.com pada terminal yang ada pada menu.
ping google.com

Agar Klien dapat Terkoneksi ke Internet
- Buka menu IP->AddressKemudian tambahkan alamat IP untuk Klien. Misal kita tambahkan alamat IP 172.158.1.1/24

Jangan lupa pada kolom interface pilih wlan1.
Klik Apply dan OK.
2. Setting IP Firewall-NAT
Klik kanan pada wireless kemudian pilih Enable
Klik kanan pada wireless kemudian pilih Enable

Kemudian double klik pada Type. Setting seperti pada gambar di bawah
Untuk SSID adalah nama Wireless dari Router yang akan kita pancarkan atau yang akan muncul di klien. Misal nama di bawah menggunakan “nama alamat”
Untuk SSID adalah nama Wireless dari Router yang akan kita pancarkan atau yang akan muncul di klien. Misal nama di bawah menggunakan “nama alamat”

Klik Apply dan OK
3. Setting IP DHCP
Pilih menu IP->DHCP Server.
Pilih DHCP Setup klik Next sampai selesai
4. Setting Security Profile
Langsung saja Klik Apply dan OK

5. Langkah terakhir adalah mengkoneksikan perangkat wireless dengan device lain. Hidupkan Wi-Fi pada perangkat tersebut, kemudian cari “nama alamat” karena wireless ini mengunakan nama tersebut. Koneksikan
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP server dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
Protokol DHCP terdiri dari dua bagian. Kedua bagian ini adalah:
- Server DHCP, MikroTik yang berperan memberikan otomatis IP address, IP DNS, dan default gateway pada PC client-client kita. Jadi kita tidak perlu pusing pembagian IP pada masing-masing PC, coba anda bayangkan jika PC client anda ada 200 PC yang harus mempunyai IP untuk bisa terhubung dengan mikrotik anda.
- Client DHCP, yang memungkinkan MikroTik untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Agar dapat menerima informasi IP address, IP DNS, dan default gateway dari DHCP Server.
Cara Setting MikroTik Sebagai DHCP Server
Sekarang kita coba membuat DHCP server dengan mikrotik menggunakan winbox, tujuannya adalah memberikan otomatis IP address pada PC client kita. Jadi kita ngga perlu pusing pembagian IP pada masing-masing PC.
Masuk winbox ke menu IP > DHCP Server > tab DHCP Klik DHCP Setup (kita pakai feature wizard Setting MikroTik Sebagai DHCP Server di Winbox)

Select interface to run DHCP server on
Tentukan interfaces mana untuk menjalankan DHCP Server, di contoh ini saya buat di “ether2-lan” karena interfaces tersebut tersambung di jaringan/switch lokal.
DHCP Server Interfaces : ether2-lan
Klik Next
Tentukan interfaces mana untuk menjalankan DHCP Server, di contoh ini saya buat di “ether2-lan” karena interfaces tersebut tersambung di jaringan/switch lokal.
DHCP Server Interfaces : ether2-lan
Klik Next

Select gateway for given network
Disini isi dengan IP MikroTik agan yang nantinya menjadi IP gateway di PC Client.
Gateway for DHCP Network : 192.168.1.1
Klik Next

Select pool of ip addresses given out by DHCP Server
Tentukan range IP address yang akan di berikan ke PC client
Addresses to Give Out : 192.168.1.2-192.168.1.254
Klik Next

Select DNS Servers
Isi dengan IP DNS yang diberikan ke PC client, contoh ini saya isi IP mikrotiknya, pasttin dulu mikrotik sekaligus menjadi DNS server dengan centang “Allow Remote Request” di menu winbox IP > DNS
DNS Servers : 192.168.1.1
Klik Next
Isi dengan IP DNS yang diberikan ke PC client, contoh ini saya isi IP mikrotiknya, pasttin dulu mikrotik sekaligus menjadi DNS server dengan centang “Allow Remote Request” di menu winbox IP > DNS
DNS Servers : 192.168.1.1
Klik Next
Pengetesan akhir
Setting LAN card di komputer anda menjadi “Obtain an IP address automatically”
Setting LAN card di komputer anda menjadi “Obtain an IP address automatically”

Jika sukses maka status LAN card anda dapat IP Address yang sudah ditentukan seperti gambar di bawah :

Cara Setting MikroTik Sebagai DHCP Client
Di sini kita akan menjadikan MikroTik sebagai DHCP Client, contoh kasus jika ISP/provider internet anda memberikan IP address dynamic (berubah-ubah) atau jika anda menggunakan ISP Telkom Speedy, mikrotik akan menerima IP otomatis dari modem speedy atau menggunakan ISP FastNet agar menerima IP Public dari modem FastNet agar mikrotik dapat terkoneksi dengan internet.
Di Winbox masuk menu IP > DHCP Client.
Cara Setting MikroTik Sebagai DHCP Client
Di sini kita akan menjadikan MikroTik sebagai DHCP Client, contoh kasus jika ISP/provider internet anda memberikan IP address dynamic (berubah-ubah) atau jika anda menggunakan ISP Telkom Speedy, mikrotik akan menerima IP otomatis dari modem speedy atau menggunakan ISP FastNet agar menerima IP Public dari modem FastNet agar mikrotik dapat terkoneksi dengan internet.
Di Winbox masuk menu IP > DHCP Client.

- Klik icon “+”
- Pada tab DHCP kolom “Interface:” pilih interface/port atau contoh port yang terhubung dengan modem speedy/fastnet.
- Centang “Use Peer DNS“, “Use Peer NTP” dan “Add Default Route” dan klik Apply.
- Pada tab “Status”, terlihat mikrotik anda menerima IP Address, DNS dan default gateway dari server DHCP.
Comments
Post a Comment