CISCO II
Switching adalah proses meneruskan frame ke tujuan bedasarkan destination MAC address, inilah yang dilakukan oleh switch. Switch terdapat di devices layer 2 lapisan OSI, fungsi dari switc ialah memisahkan collision domain tapi tidak memisahkan broadcash domain. Switch mempunyai standart tersendiri seperti wireless, standarisasi dari switch ialah IEEE802.3, dan terdapat kelemahannya yaitu pada transfer data, dan sharing media karena dapat terjadi pembenturan data saat sharing bersamaan.
Beberapa perintah yang diperlukan untuk melakukan konfigurasi dasar dari sebuah switch seperti “configure terminal” dan lainnya. Untuk keamanan dasar praktikum kita akan meninjau perubahan jaringan standart menjadi jaringan Virtual LAN (VLAN), Konfigurasi Secure Shell (SSH) dan beberapa keamanan lainya. Berikut beberapa perintah dasar dari Switch.
I. Konsep Dasar
Switch memiliki 5 mode:
1. Setup Mode (Switch masuk setup mode jika NVRAM kosong alias tidak memiliki konfigurasi. Biasanya kondisi ini terjadi ketika kita mengaktifkan switch baru atau setelah melakukan reset.
2. User Mode
Hanya terdapat beberapa command untuk monitoring
Command show terbatas, ping dan trace route.
Dimulai dengan : switch>
3. Privileged Mode
Terdapat beberapa command monitoring dan troubleshooting
Terdapat semua command show, ping, trace, copy, erase
Ditandai dengan: switch#
4. Global Configure Mode
Untuk mensetting keseluruhan switch misalnya hostname, konfigurasi switch
Ditandai dengan: switch(config).
I.1 Peer To Peer
Pada praktikum pertama, kita akan membuat sebuah skema jaringan computer “peer to peer” dengan menggunakan Sofware Packet Tracert Student. Maksud pembuatan jaringan peer to peer ialah dimana dalam jaringan tersebut tidak terdapat client maupun server. Langkah-langkah pembuatan jaringan tersebut, sebagai berikut:
1. Buka software Packet Tracer Student
2. Lalu langkah selanjutnya pilih tools “End Device” yang terdapat dipojok kiri bawah dari jendela kerja Cisco Packet Tracert Student dan pilih gambar PC-PT sebanyak 2 Buah untuk pembuatan jaringan peer-to-peer.
3. Setelah itu pilih “Connection” atau dengan symbol bergambar petir untuk pemasangan media transmisi. Karena jaringan yang akan kita buat PC to PC maka kita menggunakan media transmisi kabel “cross”.
4. Langkah selanjutnya lakukan penyettingan IP address terhadap kedua buah PC tersebut untuk dapat terkoneksi satu dengan lainnya. Klik saja pada gambar PC tersebut lalu pilih “Desktop” dan pilih “IP Configuration” untuk memasukan alamat IP address. Pada PC0 masukan IP addres 192.168.1.1 dan Subnet Mask 255.255.255.0 dan pada PC1 masukan IP 192.168.1.2 Subnet Mask 255.255.255.0.
5. Setelah selesai melakukan konfigurasi kedua PC tersebut. Lakukan test koneksi dengan melakukan ping ke IP tujuan. Kita asumsikan untuk PC0 berusaha mencapai IP 192..168.1.2 Jika jawabannya Reply maka konfigurasi jaringan telah berhasil dan telah selesai.
I.2 Teknologi Switch dan Konsep VLAN
Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan teknologi dari switch yang digunakan untuk meningkatkan kinerja jaringan dengan memisahkan broadcast jaringan besar menjadi lebih kecil. VLAN menyediakan cara untuk menggabungkan satu buah VLAN agar dapat terkoneksi dengan beberapa VLAN. Standarisasi untuk VLAN ialah IEEE 802.1Q adalah trunking protocol yang direkomendasikan untuk penggunakan metode VLAN.
Dalam jaringan yang besar dimana terdapat beberapa switch, VLAN Trunking Protocol (VTP) dapat menyediakan cara untuk memperbarui switch dengan VLAN baru ataupun dirubah.I.2.1 Konsep VLAN
Pada dasarnya konfigurasi switch hanya untuk satu buah VLAN, biasanya switch akan dikonfigurasi terlebih dahulu untuk memiliki dua interface atau lebih VLAN. Alasan kenapa harus menggunakan VLAN meliputi beberapa hal:
1. Untuk melakukan pengelompokan pengguna yang dapat terkoneksi.
2. Untuk mengurangi overhead pada perangakat LAN
3. Mengurangi beban kerja STP dengan membatasi VLAN ke switch.
4. Membuat keamanan yang lebih baik dengan mengisolasikan data sensitive.
5. Memisahkan IP dari lalulintas data.
Manfaat dari penggunaan VLAN:
1. Keamanan: Data sensitive dapat diisolasi untuk satu VLAN (memisahkan dari jaringan).
2. Pengurangan biaya.
3. Efisiensi penguanaan bandwidth.
4. Kinerja menjadi lebih tinggi karena membagi menjadi 2 buah layer jaringan menjadi broadcast domain.
I.2.2 Jenis-Jenis VLAN
Bebarapa jenis VLAN didefinisikan oleh jenis lalu lintas yang mendukung. Jenis VLAN yaitu:
1. Data VLAN: dikonfigurasikan untuk membawa lalu lintas hanya untuk user tertentu saja, memastikan bahwa suara dan manajemen lalu lintas dipisahka dari lalu lintas data.
2. Default VLAN: semua port dari switch pada dasarnya adalah anggota dari VLAN. VLAN default untuk switch Cisco adalah VLAN 1, VLAN 1 memiliki semua fitur dari setiap VLAN.
3. Lubang Hitam VLAN: VLAN ini berbeda dari semua VLAN lain yang didefinisikan dalam LAN aktif. Semua port yang tidak terpakai ditugaskan untuk menjadi lbang hitam VLAN sehingga setiap perangkat yang tidak sah melakukan percobaan menghubungkan pada port switch akan dilarang untuk melakukan komunikasi.
4. VLAN Voice: Fitur VLAN suara memungkinkan port switch untuk membawa lalu lintas suara dari Telepon IP. Administrator jaringan mengkonfigurasikan VLAN suara dan memberikan ke port akses.
I.3 Skema Static VLAN
Pada praktikum selanjutnya kita diminta membuat skema jaringan diatas. Dimana terdapat 4 buah Client yang terkoneksi dengan 1 buah switch (1 area Network =/24). Dan dengan adanya VLAN kita akan memecahkan 1 buah Network tersebut menjadi beberapa Network. Dijelaskan pada gambar datas VLAN10 terdiri dari 2 Buah client dengan IP 172.168.1.1/24 dan 172.168.1.2/24 sedangkan VLAN20 terdiri dari 2 buah client dengan IP 172.168.1.3/24 dan 172.168.1.4/24. Sebelum kita melakukan konfigurasi VLAN dapat kita pastikan semua client dapat terkoneksi. Dan dengan adanya VLAN kita akan membuat VLAN10 dan VLAN20 tidak dapat terkoneksi walaupun dalam 1 buah Network.
1. Langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi VLAN adalah klik Switch lalu pilih “CLI” untuk melakukan konfigurasi via Console.
2. Langkah selanjutnya masukan perintah sebagai berikut
3. Kita baru saja menyelesaikan konfigurasi untuk pembuatan VLAN 10 dan VLAN 20. Sekarang lalukan test koneksi jaringan melalui CMD apakah VLAN 10 dengan VLAN 20 masih dapat terkoneksi.
4. Bandingkan sebelum dan sesudah adanya VLAN.
I.4 VLAN Dengan Dynamic Router
Pada pembahasan Bab sebelumnya kita telah selesai melakukan konfigurasi jaringan VLAN dengan model static, dan sekarang kita akan melakukan konfigurasi jaringan VLAN menggunakan DHCP Router. Dari skema jaringan computer diatas dapat kita lihat terdapat 2 buah Access Point yang terhubung dengan 1 buah Switch dan terhubung dengan Router Fa0/0.
1. Langkah-langkah pratikum kali ini adalah siapakan segala komponen yang digunakan (Access Point, Router, Switch dan Laptop).
2. Lalukan konfigurasi IP address pada Router. Klik saja pada gambal Router.
3. Lalu masukan IP address pada Interface Fast Ethernet0/0 192.168.1.1/24. Berikut cara konfigurasi IP address pada Router.
4. Jika telah selesai dalam melakukan konfigurasi IP address, langkah selanjutnya lakukan konfigurasi DHCP pada Router. Masukan perintah konfigurasi sebagai berikut ini:
5. Untuk pembuktiannya tambahkan beberapa Client untuk melakukan Test apakah DHCP sudah berhasil dikonfigurasi dan berhasil dijalankan.
6. Dari gambar diatas diijelaskan bahwa DHCP telah selesai ataupun sudah berhasil dalam konfigurasi. Dan sekarang kita cek pada Router untuk melihat apakah benar terdapat 4 buah client yang terkoneksi dengan Router.
7. Ok, konfigurasi DHCP telah selesai kita buat. Sekarang lakukan test koneksi dengan melakukan ping ke semua alamat IP yang terdaftar pada List Router.
8. Setalah melakukan test koneksi dan koneksi berjalan dengan baik, langkah selanjutnya lakukan konfigurasi untuk pembuatan jaringan model VLAN menggunakan switch.
9. Langkah terakhir, bandingkan koneksi sebelum dan sesudah adanya jaringan VLAN.
10. Jika terjadi Request Time Out maka konfigurasi VLAN telah selesai dan berhasil dikonfigurasi.
Nama : Vicky Sugara Firlliandani
Nim : 13170066
Nama Dosen : Fadlya Ma'aruf

















Comments
Post a Comment