SUBNETTING
I. Pengertian Subnetting
Subnetting adalah metode atau teknik membuat net Id dengan cara mengorbankan bit host. Karena IPv4 pengalamatan sangat terbatas dengan makin banyaknya user jaringan maka dibuat metode subneting.
II. Kegunaan Subnetting
Untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet
Memperbanyak jumlah network (LAN)
Mengurangi jumlah host dalam satu network
Tujuan lain dari subnetteing yang tidak kalah penting adalah untuk mengurangi tingkat konggesti (gangguan/tabrakan) lalulintas data dalam suatu network
Efisiensi pengguanan IP Address
Pendelegasian kekuasan untuk pengaturan
Mempermudah manajemen jaringan
Mengatasi masalah perbedaan hardware dan topologi fisik jaringan
III. Menghitung Subbnetting
Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah : 2n – 2
“N” adalah jumlah bit yang diselubungi/dikorbankan
Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet : 2N–2
“N” adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID
Contoh subnet kelas A:
IP = 10.0.0.0/25
Subnet = 25 bit
= 11111111.11111111.11111111.10000000
= 255.255.255.128
Jumlah net id baru = 2n – 2
= 217 – 2
= 131070
*n = 17 = 111111111.11111111.11111111.10000000
Jumlah host per subnet = 2N – 2
= 27 – 2
= 126
*N = 7 = 1111111.11111111.11111111.10000000
IV. Variable Length Subnet Mask (VLSM)
Jika pada pengalokasian IP Address classfull, suatu network ID hanya memiliki satu subnetmask, maka VLSM menggunakan metode yang berbeda, yakni dengan memberikan lebih dari satu subnet.
Contoh:
Satu blok IP address (169.254.0.0/20) dibagi menjadi 16
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.0.0/20
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.16.0/20
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.32.0/20
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.64.0/20
.....
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.240.0/20
Subnet Mask = 255.255.240.0
Berikutnya Subnet 2 akan dipecah menjadi 16 subnet lagi yang lebih kecil
Subnet 2.1 =254 host – Net Address = 169.254.16.0/24
Subnet 2.2 =254 host – Net Address = 169.254.17.0/24
Subnet 2.3 =254 host – Net Address = 169.254.18.0/24
.....
Subnet 2.16 =254 host – Net Address = 169.254.31.0/24
Subnet Mask = 255.255.255.0
Bila subnet 2.1 akan dipecah lagi menjadi beberapa subnet, misalnya 4 subnet, maka:
Subnet 2.1.1 = 62 host –Net Address = 169.254.16.0/26
Subnet 2.1.2 = 62 host –Net Address = 169.254.16.64/26
Subnet 2.1.3 = 62 host –Net Address = 169.254.16.128/26
Subnet 2.1.4 = 62 host –Net Address = 169.254.16.192/26
Subnet Mask = 255.255.255.192
Kesimpulan dari contoh:
Terlihat kalau pada Subnet 2 (Net Address 169.254.16.0) dapat memecah jaringannya menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti Subnetmask-nya menjadi:
255.255.240.0, 255.255.255.0 dan 255.255.255.192
Jika anda perhatikan, CIDR dan metode VLSM mirip satu sama lain, yaiut blok network address dapat dibagi lebih lanjut menjadi sejumlah blok IP address yang lebih kecil.
Perbedaanny adalah CIDR merupakan sebuah konsep untuk pembagian blok IP Public yang telah didistribusikan dari IANA, sedangkan VLSM merupakan implementasi pengalokasian blok IP yang dilakukan oleh pemilik network (network administrator) dari blok IP yang telah diberikan padanya (sifatnya local dan tidak dikenal di internet).
Nama : Vicky Sugara Firlliandani
Nim : 13170066
Nama Dosen : Fadlya Ma'aruf
I. Pengertian Subnetting
Subnetting adalah metode atau teknik membuat net Id dengan cara mengorbankan bit host. Karena IPv4 pengalamatan sangat terbatas dengan makin banyaknya user jaringan maka dibuat metode subneting.
II. Kegunaan Subnetting
Untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet
Memperbanyak jumlah network (LAN)
Mengurangi jumlah host dalam satu network
Tujuan lain dari subnetteing yang tidak kalah penting adalah untuk mengurangi tingkat konggesti (gangguan/tabrakan) lalulintas data dalam suatu network
Efisiensi pengguanan IP Address
Pendelegasian kekuasan untuk pengaturan
Mempermudah manajemen jaringan
Mengatasi masalah perbedaan hardware dan topologi fisik jaringan
III. Menghitung Subbnetting
Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah : 2n – 2
“N” adalah jumlah bit yang diselubungi/dikorbankan
Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet : 2N–2
“N” adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID
Contoh subnet kelas A:
IP = 10.0.0.0/25
Subnet = 25 bit
= 11111111.11111111.11111111.10000000
= 255.255.255.128
Jumlah net id baru = 2n – 2
= 217 – 2
= 131070
*n = 17 = 111111111.11111111.11111111.10000000
Jumlah host per subnet = 2N – 2
= 27 – 2
= 126
*N = 7 = 1111111.11111111.11111111.10000000
IV. Variable Length Subnet Mask (VLSM)
Jika pada pengalokasian IP Address classfull, suatu network ID hanya memiliki satu subnetmask, maka VLSM menggunakan metode yang berbeda, yakni dengan memberikan lebih dari satu subnet.
Contoh:
Satu blok IP address (169.254.0.0/20) dibagi menjadi 16
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.0.0/20
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.16.0/20
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.32.0/20
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.64.0/20
.....
Subnet 1 = 4094 host – Net Address = 169.254.240.0/20
Subnet Mask = 255.255.240.0
Berikutnya Subnet 2 akan dipecah menjadi 16 subnet lagi yang lebih kecil
Subnet 2.1 =254 host – Net Address = 169.254.16.0/24
Subnet 2.2 =254 host – Net Address = 169.254.17.0/24
Subnet 2.3 =254 host – Net Address = 169.254.18.0/24
.....
Subnet 2.16 =254 host – Net Address = 169.254.31.0/24
Subnet Mask = 255.255.255.0
Bila subnet 2.1 akan dipecah lagi menjadi beberapa subnet, misalnya 4 subnet, maka:
Subnet 2.1.1 = 62 host –Net Address = 169.254.16.0/26
Subnet 2.1.2 = 62 host –Net Address = 169.254.16.64/26
Subnet 2.1.3 = 62 host –Net Address = 169.254.16.128/26
Subnet 2.1.4 = 62 host –Net Address = 169.254.16.192/26
Subnet Mask = 255.255.255.192
Kesimpulan dari contoh:
Terlihat kalau pada Subnet 2 (Net Address 169.254.16.0) dapat memecah jaringannya menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti Subnetmask-nya menjadi:
255.255.240.0, 255.255.255.0 dan 255.255.255.192
Jika anda perhatikan, CIDR dan metode VLSM mirip satu sama lain, yaiut blok network address dapat dibagi lebih lanjut menjadi sejumlah blok IP address yang lebih kecil.
Perbedaanny adalah CIDR merupakan sebuah konsep untuk pembagian blok IP Public yang telah didistribusikan dari IANA, sedangkan VLSM merupakan implementasi pengalokasian blok IP yang dilakukan oleh pemilik network (network administrator) dari blok IP yang telah diberikan padanya (sifatnya local dan tidak dikenal di internet).
Nama : Vicky Sugara Firlliandani
Nim : 13170066
Nama Dosen : Fadlya Ma'aruf
Comments
Post a Comment